REVIEW DRAMA KOREA: BECAUSE IT IS MY FIRST LIFE


REVIEW & SINOPSIS DRAMA KOREA: BECAUSE IT IS MY FIRST LIFE



Judul : Because It's My First Life
Judul lain : This Life is Our First,  이번 생은 처음이라 (Yibun Saengeun Cheoeumira)
Genre : Drama, Romantic, Comedy
Sutradara : Park Joon Hwa
Penulis Naskah : Yoon Nan Jong
Stasiun Chanel :TVN
Rilis : 9 Oktober 2017
Total episode : 16


Daftar pemain :
Lee Min Ki sebagai Nam See Hee
Jung Soo Min sebagai Yoon Ji Ho
Park Byung Eun sebagai  Ma Sang Go
Esom sebagai Woo Soo Ji
Kim Ga Eun sebagai Yang Ho Rang
Kim Min Suk sebagai Sim Won Seok
Kim Byung Ok sebagai ayah Yoon Ji Ho
Kim Sun Young sebagai ibu Yoon Ji Ho
Moon Hee Kyung sebagai ibu Nam See He
Kim Eung Soo sebagai Nam Hee Bong
Yoon Bo Mi sebagai Yoon Bo Mi
Noh Jung Hyun sebagai Yoo Jin Suk (adik Yoon Ji Ho)
Jeon Hye Won sebagai Lee Eun Seol (istri Yoo jin Suk)
Hwang Suk Jung sebagai penulis Hwang



Sinopsis (Plot cerita) :


Yoon Ji Ho adalah seorang wanita yang memiliki mimpi menjadi seorang penulis hebat. Namun hidupnya tidak berjalan sesuai dengan yang dia harapkan. Ji Ho lahir dari  keluarga yang masih menjunjung tinggi budaya patriaki, seorang anak laki-laki lebih berharga daripada anak perempuan.  Ji Ho sangat iri dengan adiknya,  Jin Suk, yang sangat disayang  oleh ayahnya. Bahkan nanti disaat adiknya berbuat kesalahan dengan menghamili pacarnya pun, dia tetap menjadi kesayangan ayahnya karena pacar Jin Suk mengandung anak laki-laki.



Ji Ho berkerja sebagai asisten seorang penulis film drama terkenal, penulis Hwang. Ji Ho harus meninggalkan rumahnya selama empat bulan selama ia berkerja dengan penulis Hwang dan saat dia kembali ke rumah yang dia tempati bersama adiknya, dia kaget karena ternyata adiknya telah menikah dan sebentar lagi dia akan menjadi seorang bibi. Ji Ho tidak ingin tinggal serumah dengan adiknya, karena merasa canggung jika harus tinggal dengan pasangan pengantin baru. Alih-alih meminta adik Ji Ho untuk mencari rumah sendiri, justru ayah Ji Ho meminta Ji Ho mencari tempat tinggal yang lain. Ji Ho sedih karena di hari ulang tahunnya ia harus menerima keputusan ayahnya untuk membiarkan adiknya tinggal di rumah tersebut meski rumah itu dibeli oleh Ji Ho. Ji Ho bingung tidak tahu harus tinggal dimana nanti sedangkan dia juga tidak punya uang untuk menyewa kamar sekalipun. Di saat dia sedang bingung, ibunya masuk ke kamar dan menghiburnya. Ibu Ji Ho membawakan sup rumput laut untuk merayakan ulang tahun Ji Ho dan memberikan sedikit uang simpanannya agar bisa dipakai Ji Ho untuk menyewa rumah. Ji Ho terharu karena ibunya selalu ada untuknya.



Ji Ho berkeliling untuk mencari rumah, namun tidak ada tempat yang layak untuk ditinggali dengan uang yang dia miliki. Tiba-tiba salah satu sahabatnya, Ho Rang, meneleponnya untuk memberitahu bahwa teman Won Seok, pacar Ho Rang, sedang mencari penyewa kamar di apartemennya. Tinggal di apartemen yang bagus, tidak perlu deposit, biaya sewa kamar juga murah membuat Ji Ho memutuskan untuk tinggal disana. Meski dia harus mengikuti syarat pemilik apartemen tersebut, yaitu: harus merawat kucing kesayangannya, membuang sampah daur ulang tepat waktu dan juga harus membersihkan apartemennya.

Ji Ho tidak mengetahui bahwa apartemen itu milik Nam See Hee, seorang web designer di perusahaan IT milik temannya, Ma Sang Go. Nam See Hee merupakan laki-laki yang memiliki kepribadian yang aneh. Dia tidak terlalu banyak bicara, kaku, perhitungan dengan uang dan kepalanya hanya berisi logika-logika yang dia percayai. Karena sifatnya inilah, See Hee susah untuk bergaul dengan orang lain dan mendapatkan teman serumah yang cocok dengannya.. See Hee menyewakan salah satu kamar di apartemennya, karena ia membutuhkan uang untuk melunasi angsuran apartemennya. Walaupun Ji Ho dan See Hee telah tinggal satu atap tetapi mereka belum pernah saling bertemu. Mereka hanya berkomunikasi melalui sms. Ji Ho mengira bahwa See Hee adalah seorang wanita, begitu juga sebaliknya, See Hee mengira Ji Ho adalah nama seorang laki-laki.

Suatu hari, Ji Ho datang ke pesta penutupan serial drama yang ia kerjakan naskahnya. Ji Ho berdandan sangat cantik karena disana ada seorang asisten sutradara yang dia sukai, Yong Suk. Di restoran yang sama, See Hee dan teman-teman kantornya juga sedang mengikuti pesta perayaan keberhasilan proyek web mereka. See Hee yang seorang pendiam dan suka menyendiri, kurang nyaman dengan acara itu. Untuk itu dia memutuskan untuk keluar dan lebih memilih menonton pertandingan bola tim idolanya, Arsenal. Ji Hoo juga melakukan hal yang sama dan tidak sengaja melihat See Hee sedang duduk menonton pertandingan tim Arsenal, yang ternyata merupakan tim idola Ji Ho juga. Disaat mereka sedang menonton itulah, Ji Ho dan See Hee melihat Yong Suk, pria yang dia suka, berpelukan dengan kekasihnya. Hal itu membuat Ji Ho sedih dan patah hati.


Saat Ji Ho sedang menunggu bis di halte, See Hee ternyata juga sedang berjalan ke halte yang sama. Karena See Hee melihat Ji Ho duduk disana, See Hee sempat memutuskan untuk naik kereta saja. Dia merasa canggung karena dia tahu Ji Ho tadi sedang patah hati. Namun Ji Ho, meminta See Hee untuk naik bis saja untuk menutupi rasa malunya. See Hee pun meng-iya-kan permintaan Ji Ho. Ji Ho mencurahkan isi hatinya, dia merasa menjadi seseorang yang selalu gagal dalam hidupnya. See Hee mendengarkan curhatan Ji Ho dan memberikan saran-saran yang menyemangati Ji Ho. Ji Ho terkesan dan merasa cocok dengan See Hee meski See Hee hanyalah seorang asing bagi Ji Ho. Sesaat sebelum bisnya datang, Ji Ho berterima kasih kepada See Hee yang telah mau mendengarkan curhatannya. Ji Ho mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dan berpamitan dengan See Hee. Di saat itulah, Ji Ho berpikir bahwa hidup hanya satu kali dan dia sudah terlalu sering mengalah. Dia ingin bisa merasakan hidup seperti wanita seusianya, yang memiliki kekasih dan pernah berciuman dengan orang yang dia sukai. Akhirnya Ji Ho nekat untuk mencium See Hee, lalu segera naik ke dalam bis. See Hee kaget dan hanya diam mematung.


Keesokan harinya, mereka tidak sengaja betemu di dalam lift. Mereka akhirnya mengetahui bahwa mereka merupakan teman satu rumah. Mereka berdua canggung karena kejadian ciuman kemarin malam. See Hee tidak nyaman jika harus tinggal satu atap dengan seorang wanita walaupun sebenarnya See Hee sangat cocok dengan kepribadian dan pekerjaan rumah yang Ji Ho lakukan. Bahkan hanya Ji Ho mendapatkan skor tertinggi melebihi penyewa-penyewa kamar sebelumnya. Dan itu sangat jarang terjadi, karena banyak orang yang tidak menyukai kepribadian See Hee. 


Namun setelah berdiskusi mereka memutuskan untuk bersikap biasa seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Karena mereka sama-sama saling membutuhkan. Ji Ho membutuhkan tempat tinggal sementara  See Hee membutuhkan uang sewa untuk membantu keuangannya.


Pada suatu hari ibu See Hee datang berkunjung dan kaget karena melihat Ji Ho tinggal disana. Ibu See Hee menyuruh See Hee agar memutuskan kontrak sewa kamar Ji Ho dan menyuruh See Hee untuk segera menikah meski tahu putranya itu telah memutuskan untuk tidak menikah. Ibu See Hee mengancamnya dan memaksanya untuk ikut kencan buta yang sudah ia persiapkan. See Hee terpaksa menuruti semua keinginan ibunya. Akhirnya Ji Ho keluar dari rumah See Hee dan Yong Suk membantu mencarikan tempat tinggal sementara di suatu ruangan kosong yang tidak terpakai. Apalagi Ji Ho dan Yong Suk sedang mengerjakan proyek film bersama karena ide naskah karya Ji Ho mendapat kesempatan untuk ditayangkan, seperti yang dia impikan selama ini. Selama ini dia hanyalah menjadi asisten penulis saja, bahkan dia selalu dianggap remeh oleh orang-orang disekitarnya

Namun perjalanan Ji Ho untuk bisa menjadi seorang penulis sesungguhnya tidak berjalan mulus. Penulis Hwang ternyata ikut dalam proyek tersebut. Penulis Hwang diminta sebagai penasihat demi kesuksesan naskah Ji Ho. Ji Ho sebenarnya kurang suka dengan model naskah ala penulis Hwang. Karena menurutnya gaya penulisan penulis Hwang terlalu konyol dan terkesan memaksa karena tuntutan iklan. Ji Ho juga sempat marah dan protes karena penulis Hwang justru merubah semua jalan cerita naskah yang Ji Ho buat. Yong Suk menjadi sangat marah atas sikap Ji Ho karena telah mempermalukan penulis Hwang dan takut akan mempersulit kariernya sebagai sutradara. Malam harinya, Yong Suk memaksa masuk ke kamar Ji Ho dan hampir memperkosanya. 


Ji Ho melarikan diri hanya dengan memakai piyamanya. Dia terlunta-lunta dijalan sambil menangis karena tidak tahu harus kemana. Tanpa disadari, kakinya melangkah menuju ke apartemen See Hee. See Hee yang baru saja pulang dari kencan butanya melihat Ji Ho didepan apartemennya. Dia mempersilahkan masuk Ji Ho kerumahnya. See Hee melihat penampilan Ji Ho yang berantakan, dan dia sadar kalo Ji Ho sedang ada masalah. Tanpa diduga, See Hee mengajak menikah dengan Ji Ho, karena See Hee merasa tertekan dengan permintaan ibunya sedangkan dia sendiri tidak mudah cocok bergaul dengan orang lain. Hanya Ji Ho saja yang cocok dengan kepribadiannya. Awalnya Ji Ho kaget dengan permintaan See Hee, tetapi pada akhirnya Ji Ho menyetujuinya karena Ji Ho sudah menyerah dengan hidupnya. Dia juga tidak memiliki rumah maupun uang.


See Hee dan Ji Ho akhirnya menikah. Keluarga dan teman-teman mereka sangat terkejut namun juga bahagia dengan keputusan menikah mereka. Namun mereka tidak mengetahui jika See hee dan Ji Ho hanya melakukan kontrak pernikahan selama dua tahun. See Hee dan Ji Ho menjalani kehidupan pernikahan mereka tetap hanya sebatas pemilik rumah dan penyewa. Namun seiring waktu, mereka saling merasa nyaman dengan kehadiran masing-masing, Walau mulai timbul perasaan cinta di hati mereka, mereka tidak berani jujur untuk mengungkapkannya. 


Kehadiran Nam Boo Suk, anak pemilik kafe tempat Ji Ho bekerja, yang menyukai Ji Ho membuat See Hee cemburu.


Mantan istri See Hee juga menambah konflik dalam kehidupan See Hee dan Ji Ho.




Review :

Menurutku jalan ceritanya itu kaya Full House di mix dengan  Kiss Naughty. Pernikahan pura-pura yang awalnya hanya berdasarkan kontrak pernikahan (hampir mirip kan kaya drama korea Full House??) yang pada akhirnya menjadi pernikahan yang sesungguhnya. Karakter Nam See Hee yang kaku, cerdas mengingatkanku akan sosok Baek Seung Jo di drama korea Naughty Kiss (yang kebetulan pemeran wanitanya, Oh Ha Ni, adalah  si Jung So Min ini). Karakter Ji Ho yang polos, baik, ceria dan memiliki keinginan yang kuat sangat cocok diperankan oleh Jung So Min (lagi-lagi langsung kebayang sosoknya Oh Ha Ni yang gak jauh beda kan ya hehe...)

Akting Lee Min Ki dan Jung So Min di drama ini benar-benar TOP.

Jalan cerita kehidupan teman-teman Ji Ho dan See Hee juga cukup membantu menguras emosiku. Ditampilkan dengan baik dan tidak membosankan, menambah daya tarik drama korea ini.

Kelebihan :
  • Tema ceritanya menarik (bangettt..)
  • Akting para pemainnya juga bagus dan ga perlu diraguin.
  • Alur cerita yang halus dan tidak membosankan
  • Sinematografi dalam drama ini bagus. Setting tempat oke, suka banget dengan kostum dan hasil make up Ji ho, cara pengambilan gambar & lightingnya juga bagus.
  • Semua lagu Ost Because This is My First Life, enak banget buat didengerin dan bikin baper sumpahhh.. aku kasih tau 3 diantaranya aja ya (aslinya ada 8 lagu) yang menurutku bagus (sebenarnya masih ada satu lagi yang menurutku bagus, soundtrack waktu Ji Hoo dan See  Hee ciuman, tapi lebih baik kalian tonton dan dengerin sendiri biar kerasa bapernya hehehe...)








Kelemahan :
  • Walaupun konflik antara Ji Ho dan See Hee menjadi nilai tambah di drama ini, tapi menurutku masih kurang "panas". Masih terkesan ringan dan mengambang untuk drama sebagus ini.
  • Tidak ada karakter antagonis. Jadi berasa kurang "greget" konflik dalam drama ini

KESIMPULAN : 
Daebak...suka banget sama drama Because It's my First Life ini. Aku kasih nilai 9/10 deh..dari jalan cerita, akting sampai Ost.nya bagus dan bikin baper..
Buat kalian yang suka dengan drama romantis, aku rekomendasiin kalian buat nonton drama ini. Serius! jangan sampai dilewatin hehe.. apalagi pas adegan kissing-nya See Hee dan Ji Ho di pantai. Bikin meleleh ❤❤ (langsung membayangkan seandainya itu aku dan suamiku hahahaha....)

0 komentar:

Posting Komentar